PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Lifestyle

China Kembangkan Pil Panjang Umur, Klaim Bisa Buat Manusia Hidup hingga 150 Tahun

admin by admin
22/11/2025
in Lifestyle
0
China Kembangkan Pil Panjang Umur, Klaim Bisa Buat Manusia Hidup hingga 150 Tahun
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ambisi memperpanjang usia manusia kembali menguat setelah sebuah perusahaan bioteknologi di Tiongkok mengembangkan suplemen anti-penuaan yang diklaim mampu membuat manusia hidup hingga 150 tahun. Proyek ini menjadi sorotan global, bukan hanya karena klaimnya yang luar biasa, tetapi juga karena dukungan besar dari industri bioteknologi Tiongkok yang saat ini berkembang sangat agresif.

You might also like

Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

Perlombaan Panjang Umur Masuki Babak Baru

Perusahaan asal Shenzhen, Lonvi Biosciences, tengah mengembangkan kapsul yang memanfaatkan senyawa procyanidin C1 (PCC1), ekstrak biji anggur yang sebelumnya diuji pada hewan. Hasil awal penelitian menunjukkan tikus yang diberi senyawa ini memiliki usia lebih panjang dibanding kelompok normal.

Menurut Chief Technology Officer perusahaan, Lyu Qinghua, target hidup hingga 150 tahun bukanlah hal yang mustahil. Ia menyebut perkembangan ilmu biologi, genetika, dan teknologi anti-penuaan telah membuka peluang baru untuk memperpanjang usia manusia secara signifikan.

“Mungkin kita belum bisa menghapus kematian, tapi memperpanjang kehidupan manusia adalah sesuatu yang bisa dicapai,” ujarnya dalam wawancara.

Warisan Lama “Eliksir Kehidupan”

Obsesi memperpanjang hidup bukan hal baru di Tiongkok. Ribuan tahun lalu, kaisar pertama Dinasti Qin, Qin Shi Huang, bahkan mengirim ekspedisi untuk mencari ramuan keabadian. Namun banyak percobaan saat itu berujung pada kegagalan, bahkan beberapa berbahaya karena menggunakan bahan beracun seperti merkuri.

Kini, ambisi itu kembali dihidupkan, tetapi dengan pendekatan ilmiah modern—berbasis bioteknologi, rekayasa genetika, dan data kesehatan berskala besar.

Sains di Balik Pil Panjang Umur

Dalam studi sebelumnya, PCC1 menunjukkan hasil positif pada hewan uji:

  • Umur tikus bertambah 9,4% secara total.

  • Setelah pengobatan, peningkatan usia mencapai 64,2%.

  • Senyawa ini bekerja dengan menargetkan sel-sel tua (senescent cells) yang memicu penuaan dan kerusakan jaringan.

Lonvi Biosciences kini mengklaim telah mengisolasi molekul tersebut dalam bentuk lebih murni agar dapat diproduksi sebagai suplemen bagi manusia. Meski demikian, penelitian ini masih harus melewati uji klinis ketat untuk membuktikan keamanan dan efektivitasnya.

Didukung Ambisi Besar Tiongkok

Industri anti-penuaan menjadi salah satu sektor prioritas dalam agenda pembangunan Tiongkok. Pemerintah dan investor swasta berbondong-bondong menggelontorkan dana besar ke laboratorium biologi, kecerdasan buatan, perusahaan farmasi, hingga startup biotek.

Harapan hidup masyarakat Tiongkok saat ini berada di angka sekitar 79 tahun — di atas rata-rata global, namun masih tertinggal dari Jepang yang mencapai hampir 85 tahun. Dengan teknologi seperti ini, Tiongkok ingin menempatkan diri sebagai pemimpin global dalam sains perpanjangan usia.

Pro dan Kontra: Sains atau Hanya Sensasi?

Meski menawarkan harapan, para ahli kesehatan global mengingatkan bahwa klaim hidup hingga 150 tahun masih membutuhkan bukti ilmiah kuat. Beberapa catatan penting:

  • Uji pada manusia belum dilakukan secara komprehensif.

  • Efek samping jangka panjang belum diketahui.

  • Riset anti-penuaan kerap menghadapi persoalan etika.

  • Ada pertanyaan besar tentang siapa yang akan mengakses teknologi ini jika terbukti berhasil.

Namun satu hal pasti: bidang anti-penuaan kini menjadi salah satu perlombaan sains yang paling agresif di dunia.

Source: Detik
Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

by admin
05/07/2026
0
Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

Matras yoga bukan sekadar alas latihan. Bagi praktisi yoga, matras berperan penting dalam kenyamanan, keamanan, dan kualitas gerakan. Matras yang tepat dapat membantu menjaga keseimbangan, mengurangi risiko cedera,...

Read more

Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

by admin
24/06/2026
0
Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

Di tengah meningkatnya tekanan hidup modern, banyak orang mencari cara untuk menenangkan pikiran dan meredakan stres. Salah satu kebiasaan yang kembali mendapat perhatian adalah membaca kitab suci Al-Qur'an...

Read more

Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

by admin
15/06/2026
0
Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

Bentuk jendela pesawat yang melengkung dan tidak bersudut ternyata bukan hasil pertimbangan desain semata. Di balik tampilannya yang sederhana, terdapat alasan teknis dan keselamatan penerbangan yang sangat penting...

Read more

“In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

by admin
14/06/2026
0
“In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

Ungkapan "In This Economy?" semakin sering muncul di media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Frasa yang berasal dari bahasa Inggris itu digunakan untuk menggambarkan kondisi ekonomi yang dianggap...

Read more

Lima Superfood Alami yang Ternyata Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi, Mudah Ditemukan dan Kaya Manfaat

by admin
12/06/2026
0
Lima Superfood Alami yang Ternyata Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi, Mudah Ditemukan dan Kaya Manfaat

Gaya hidup sehat berbasis makanan alami semakin diminati masyarakat modern. Namun, jauh sebelum istilah “superfood” populer, sejumlah bahan pangan bergizi tinggi ternyata sudah dikenal dan dikonsumsi sejak berabad-abad...

Read more
Next Post
Tidur Pagi Bisa Berbahaya, Ini Alasannya Menurut Ahli

Tidur Pagi Bisa Berbahaya, Ini Alasannya Menurut Ahli

Related News

Pemda Siap Alokasikan Rp2,5 Triliun untuk Program Makan Siang Bergizi Gratis

Pemda Siap Alokasikan Rp2,5 Triliun untuk Program Makan Siang Bergizi Gratis

18/01/2025
Berikut Harga Emas di Pegadaian per 29 April 2025

Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini 4 Juni 2025

04/06/2025
APBNP 2025 Berpotensi Disusun Ulang, Penerimaan Pajak Turun Tajam

Prabowo Siapkan Badan Penerimaan Negara, DJP dan Bea Cukai Tak Lagi di Bawah Kemenkeu

13/06/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?