PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Nasional

Rupiah Tertekan, Harga Obat Terancam Naik hingga 20 Persen, Pemerintah Tetapkan Batas Maksimal

admin by admin
13/06/2026
in Nasional
0
Rupiah Tertekan, Harga Obat Terancam Naik hingga 20 Persen, Pemerintah Tetapkan Batas Maksimal
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberikan tekanan pada industri farmasi nasional. Pemerintah mengakui kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah obat komersial, meski penyesuaiannya dipastikan tidak akan melebihi batas yang telah ditetapkan.

You might also like

Ledakan Mortir Tewaskan 3 Warga Bandung Barat, Diduga Saat Memulung Amunisi Bekas

Polemik Gaji Dosen Unair Viral, Kampus Tegaskan Penghasilan Tak Hanya Gaji Pokok

Kejari Jaksel Terima Ratusan Barang Bukti Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan kenaikan harga obat di kisaran 10 hingga 20 persen masih dianggap wajar dalam situasi saat ini. Namun, pemerintah mengingatkan pelaku industri agar tidak memanfaatkan pelemahan rupiah untuk menaikkan harga secara berlebihan.

Menurut Budi, perubahan kurs dolar tidak serta-merta diterjemahkan secara penuh ke dalam harga jual obat. Pasalnya, sebagian besar komponen biaya produksi industri farmasi domestik masih menggunakan rupiah, mulai dari tenaga kerja, energi, hingga berbagai biaya operasional lainnya.

Untuk mencegah lonjakan harga yang membebani masyarakat, Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan industri farmasi nasional. Hasilnya, pemerintah menetapkan batas atas penyesuaian harga obat komersial tidak boleh melebihi 20 persen.

Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes menyebutkan besaran kenaikan akan berbeda pada setiap produk. Sebagian obat diperkirakan hanya mengalami penyesuaian sekitar 5 persen hingga 10 persen, tergantung pada komposisi bahan baku dan struktur biaya produksinya.

Langkah pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri farmasi dan kemampuan masyarakat dalam memperoleh akses terhadap obat-obatan yang dibutuhkan.

Di tengah potensi kenaikan harga obat komersial, pemerintah memastikan obat-obatan yang masuk dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan tidak akan mengalami penyesuaian harga. Kebijakan ini diambil agar pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS tetap berjalan normal tanpa tambahan beban biaya.

Jaminan tersebut dinilai penting mengingat jutaan masyarakat Indonesia masih mengandalkan layanan BPJS untuk mendapatkan pengobatan dan akses terhadap berbagai jenis obat yang diresepkan fasilitas kesehatan.

Pelemahan rupiah memberikan dampak langsung terhadap industri farmasi karena sebagian besar bahan baku obat masih berasal dari luar negeri. Ketika nilai tukar melemah, biaya impor bahan baku meningkat dan berpotensi menekan biaya produksi perusahaan farmasi.

Kondisi ini kembali menyoroti pentingnya penguatan industri bahan baku farmasi dalam negeri. Sejumlah pengamat menilai ketergantungan tinggi terhadap impor membuat sektor kesehatan rentan terhadap gejolak nilai tukar dan dinamika ekonomi global.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga obat di pasaran untuk memastikan penyesuaian yang dilakukan industri tetap berada dalam koridor yang wajar. Pengawasan tersebut dilakukan guna mencegah spekulasi harga sekaligus menjaga ketersediaan obat bagi masyarakat.

Di tengah tekanan kurs dan ketidakpastian ekonomi global, pemerintah berharap industri farmasi tetap mampu menjaga pasokan obat tanpa mengorbankan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Dengan adanya batas kenaikan maksimal 20 persen dan perlindungan terhadap obat-obatan BPJS, pemerintah berupaya memastikan dampak pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi beban baru bagi sektor kesehatan nasional.

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Ledakan Mortir Tewaskan 3 Warga Bandung Barat, Diduga Saat Memulung Amunisi Bekas

by admin
09/07/2026
0
Ledakan Mortir Tewaskan 3 Warga Bandung Barat, Diduga Saat Memulung Amunisi Bekas

Tragedi ledakan benda diduga mortir mengguncang Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Tiga warga meninggal dunia setelah benda berbahaya tersebut meledak saat diduga...

Read more

Polemik Gaji Dosen Unair Viral, Kampus Tegaskan Penghasilan Tak Hanya Gaji Pokok

by admin
04/07/2026
0
Polemik Gaji Dosen Unair Viral, Kampus Tegaskan Penghasilan Tak Hanya Gaji Pokok

Universitas Airlangga (Unair) memberikan penjelasan terkait besaran penghasilan dosen tetap non-ASN setelah kesaksian salah seorang dosennya di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi sorotan publik. Sebelumnya, dosen tersebut mengungkapkan bahwa...

Read more

Kejari Jaksel Terima Ratusan Barang Bukti Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

by admin
22/06/2026
0
Audit Besar-besaran di BGN Dimulai, Seluruh Pengadaan Program MBG Diperiksa

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menerima ratusan barang bukti dari penyidik Polda Metro Jaya terkait perkara dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi yang berkaitan dengan isu ijazah...

Read more

BGN Tegaskan SPPG Tak Dapat Insentif saat MBG Libur: No Service, No Pay

by admin
19/06/2026
0
BGN Tegaskan SPPG Tak Dapat Insentif saat MBG Libur: No Service, No Pay

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons protes sejumlah mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait penghentian insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah. Wakil Kepala...

Read more

Audit Besar-besaran di BGN Dimulai, Seluruh Pengadaan Program MBG Diperiksa

by admin
15/06/2026
0
Audit Besar-besaran di BGN Dimulai, Seluruh Pengadaan Program MBG Diperiksa

Kejaksaan Agung memperluas penelusuran dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memeriksa seluruh proses pengadaan yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tersebut dilakukan...

Read more
Next Post
Skema Dana Jumbo UEA ke Iran Jadi Sorotan, Diduga untuk Redam Ketegangan Regional

Skema Dana Jumbo UEA ke Iran Jadi Sorotan, Diduga untuk Redam Ketegangan Regional

Related News

Makanan Gluten Free, Tren Gaya Hidup Sehat yang Kian Populer di Kalangan Anak Muda

12/10/2025
Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

10/03/2026
BPOM Rilis 34 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Hidrokuinon, hingga Steroid

BPOM Rilis 34 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Hidrokuinon, hingga Steroid

02/08/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?