PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Finance

Harga Emas Hari Ini 19 Juli 2025, Antam Masih Pegang Kendali

admin by admin
19/07/2025
in Finance
0
Harga Emas Hari Ini 19 Juli 2025, Antam Masih Pegang Kendali
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harga emas pegadaian hari ini, Sabtu, 19 Juli 2025, masih diungguli oleh produk Aneka Tambang (Antam/ANTM). Namun untuk cetakan Galeri24 dan UBS tetap menawarkan harga yang variatif.

You might also like

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

Cara Jitu Agar BRK Syariah Semakin Sehat

Dilansir dari situs Sahabat Pegadaian untuk ukuran 1 gram, Galeri24 dijual seharga Rp1.906.000. Harga ini menjadi yang paling rendah dibandingkan dengan UBS yang menawarkan Rp1.927.000 dan Antam yang berada di posisi tertinggi dengan Rp2.001.000 per gram.

Pada ukuran lebih besar seperti 5 gram, emas Galeri24 dibanderol Rp9.316.000, lebih murah dibandingkan UBS di harga Rp9.450.000, dan Antam yang mencapai Rp9.768.000. Untuk emas batangan 10 gram, harga di Galeri24 berada di angka Rp18.581.000, UBS menawarkan Rp18.800.000, sementara Antam mematok harga tertinggi di Rp19.479.000.

Meski harganya lebih tinggi, Antam cenderung lebih diminati karena tingkat kepercayaannya lebih tinggi. Di sisi lain, Galeri24 menjadi alternatif menarik berkat harga yang lebih kompetitif, apalagi bagi mereka yang membeli emas secara bertahap atau dalam jumlah kecil.

Bagi calon investor yang berminat melakukan transaksi jual beli emas di Pegadaian, harga beli hari ini tercatat di angka Rp18.740 per 0,01 gram. Sedangkan harga jual berada di posisi Rp17.820 per 0,01 gram.

Harga emas dunia mengalami pergerakan yang fluktuatif sepanjang pekan ini. Kondisi itu terdampak oleh minimnya sentimen positif serta penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga AS dan kondisi ekonomi global yang belum stabil terus menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan logam mulia.

Berdasarkan data dari Refinitiv, harga emas pada perdagangan terakhir Jumat, 18 Juli 2025 tercatat naik tipis sebesar 0,32% dan ditutup di level US$ 3.349,26 per troy ons.

Meski menguat secara harian, harga emas secara mingguan justru mengalami pelemahan 0,19% secara point-to-point, mencerminkan tekanan dari faktor eksternal yang terus berlangsung.

Salah satu penyebab utama terkoreksinya harga emas adalah penguatan dolar AS. Indeks dolar (DXY) memang sempat turun 0,25% di akhir pekan ke posisi 98,48, namun secara keseluruhan DXY naik 0,64% dalam sepekan.

Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS, sehingga menurunkan minat beli di pasar global.

“Ketidakpastian seputar utang AS dan potensi kebijakan tarif lanjutan bisa membuat emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik. Untuk saat ini, harga emas masih cukup kuat bertahan,” ungkap Suki Cooper, analis logam mulia dari Standard Chartered Bank, dikutip dari Reuters.

Arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga menjadi perhatian utama pasar. Meskipun Presiden AS Donald Trump telah menyatakan tidak akan mengganti Gubernur The Fed Jerome Powell, tekanan terhadap bank sentral AS untuk segera memangkas suku bunga terus berlanjut.

Namun, Gubernur The Fed Adriana Kugler menyatakan bahwa saat ini belum waktunya untuk pemangkasan suku bunga, mengingat dampak kebijakan tarif pemerintah masih menggelayuti laju ekonomi dan inflasi AS.

Pelaku pasar memprediksi The Fed akan menurunkan suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir 2025, masing-masing sebesar 25 basis poin (bps), dengan total pemangkasan 50 bps. Secara historis, suku bunga yang lebih rendah akan meningkatkan daya tarik emas, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil namun menjadi lebih kompetitif dalam kondisi bunga rendah.

Meskipun tekanan dari dolar AS dan ketidakpastian kebijakan moneter terus berlangsung, emas masih menjadi instrumen yang diminati investor sebagai aset aman (safe haven). Pergerakan harga emas ke depan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan The Fed dan kondisi geopolitik global.***

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

by admin
01/04/2026
0
Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

Suasana berbeda terasa di halaman Kantor Pusat BRK Syariah, Pekanbaru, Rabu pagi (1/4/2026). Dalam balutan busana Melayu lengkap yang dikenakan seluruh pegawai, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60...

Read more

Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

by admin
01/04/2026
0
Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah (Perseroda) atau BRK Syariah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 31 Maret 2026, di Ballroom Menara Dang Merdu, Pekanbaru....

Read more

Cara Jitu Agar BRK Syariah Semakin Sehat

by admin
01/04/2026
0
Cara Jitu Agar BRK Syariah Semakin Sehat

Pemerintah Provinsi Riau melakukan gebrakan besar dalam kebijakan fiskal dan perbankan daerah pada awal 2026. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, terang-terangan mendorong seluruh kegiatan investasi baru di Bumi...

Read more

Update Harga Emas Pegadaian 26 Maret 2026

by admin
26/03/2026
0
Harga Emas Terkoreksi Usai Aksi Ambil Untung dan Redanya Ketegangan Geopolitik

Harga emas di Pegadaian pada Kamis, 26 Maret 2026, berdasarkan pembaruan terbaru, harga beli tabungan emas berada di angka Rp27.620 per 0,01 gram, sementara harga jual kembali atau...

Read more

Rekor Baru! Transaksi QRIS Meroket 133 Persen, Digitalisasi Finansial Kian Masif

by admin
18/03/2026
0
Rekor Baru! Transaksi QRIS Meroket 133 Persen, Digitalisasi Finansial Kian Masif

Tren digitalisasi keuangan di Indonesia semakin menunjukkan taringnya pada awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) melaporkan lonjakan drastis pada penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang tumbuh lebih dari dua...

Read more
Next Post
Laporan Terbaru: Industri Berbahan Bakar Fosil Sumbangkan 389 Juta Ton Emisi Karbon

Laporan Terbaru: Industri Berbahan Bakar Fosil Sumbangkan 389 Juta Ton Emisi Karbon

Related News

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 7 Januari 2025 Antam

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini — 19 Januari 2025

19/01/2025
Nissan Bakal Pindahkan Produksi SUV Rogue ke AS untuk Siasati Tarif Impor Trump

Nissan Bakal Pindahkan Produksi SUV Rogue ke AS untuk Siasati Tarif Impor Trump

09/04/2025
Pegawai SPPG Bisa Jadi PPPK? Simak Aturan dan Penjelasannya

Pegawai SPPG Bisa Jadi PPPK? Simak Aturan dan Penjelasannya

19/01/2026

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?