PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Internasional

Ketegangan di Arktik: Denmark Kirim Pasukan dan Peralatan Militer ke Greenland Menyusul Klaim Pengambilalihan oleh AS

admin by admin
14/01/2026
in Internasional
0
Ketegangan di Arktik: Denmark Kirim Pasukan dan Peralatan Militer ke Greenland Menyusul Klaim Pengambilalihan oleh AS
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ketegangan geopolitik di wilayah Arktik memasuki babak baru setelah Pemerintah Denmark mengerahkan pasukan dan peralatan militer ke Greenland, wilayah semi-otonom yang secara politik masih berada dalam Kerajaan Denmark. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap klaim dan tekanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali menyatakan ambisinya untuk membawa Greenland di bawah kendali AS, meskipun mendapat penolakan tegas dari pihak Denmark dan Greenland sendiri.

You might also like

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Suez, Warga Mesir Diminta Tetap Siaga

Gempa Dahsyat di Jepang Tewaskan 13 Orang, Operasi Darurat Digelar

Ketegangan AS-Iran Memanas Lagi, Trump Ancam Gempur Teheran

Pasukan pendahulu serta peralatan militer Denmark telah tiba di Greenland untuk memperkuat kedaulatan wilayah tersebut. Kehadiran ini dimaksudkan untuk menyiapkan infrastruktur dan logistik yang memadai jika diperlukan pengerahan pasukan yang lebih besar dari Denmark atau aliansi NATO.

Selain itu, sejumlah sekutu Eropa Denmark—termasuk Jerman, Swedia, Norwegia, dan negara lain di NATO—telah sepakat mengirim kontingen militer atau pasukan pengintai sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat keamanan di kawasan Arktik. Jerman, misalnya, mengonfirmasi akan mengirim 13 tentara dalam misi pengintaian di Greenland di bawah koordinasi permintaan Denmark.

Di Washington, pertemuan tingkat tinggi antara pejabat AS, Denmark, dan pemerintahan Greenland berakhir tanpa perubahan posisi signifikan. Presiden Trump menegaskan lagi bahwa AS “membutuhkan Greenland” demi keamanan nasional dan menilai Denmark tidak mampu sepenuhnya menjamin perlindungan wilayah itu dari potensi pengaruh Rusia atau China.

Namun, Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, menekankan bahwa usulan akuisisi tersebut tidak dapat diterima dan menegaskan komitmen Denmark terhadap kedaulatan wilayahnya. Rasmussen menyebut gagasan pengambilalihan sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan perselisihan fundamental yang belum terselesaikan.

Greenland sendiri menyatakan bahwa mereka akan memilih tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark dan NATO, sambil menolak segala upaya perubahan status politik dengan paksa. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh para pemimpin Greenland dalam berbagai kesempatan diplomatik baru-baru ini.

Menanggapi eskalasi ini, NATO dan sekutu Eropa menyatakan komitmennya untuk memperkuat pertahanan Arktik tanpa mengorbankan kedaulatan Denmark atas Greenland. NATO sendiri sedang membahas langkah strategis untuk meningkatkan keamanan di kawasan tersebut, termasuk kemungkinan misi baru yang lebih formal di Arktik.

Sementara itu, beberapa pemimpin Eropa mengingatkan bahwa aksi militer sepihak yang dilakukan oleh satu anggota NATO terhadap wilayah negara lain bisa merusak solidaritas aliansi dan menimbulkan dampak serius bagi keamanan kolektif di masa depan.

Greenland menjadi perhatian global bukan tanpa alasan. Pulau ini memiliki posisi strategis di Utara, kaya akan sumber daya mineral, serta menjadi titik penting bagi pertahanan dan pengawasan militer di kawasan Arktik. Amerika Serikat juga telah memiliki keberadaan militer di sana melalui Pituffik Space Base, sebuah fasilitas yang digunakan untuk pengawasan rudal dan operasi Space Force, meskipun kehadiran pasukan AS saat ini jauh lebih kecil dibanding masa Perang Dingin.

Krisis ini membuka babak baru dalam hubungan transatlantik dan aliansi NATO. Upaya pengambilalihan Greenland oleh AS, jika dilanjutkan dengan cara paksa, dipandang oleh analis internasional sebagai tindakan yang berpotensi merusak kerjasama strategis antara Amerika dan rekan-rekannya di Eropa. Bahkan seorang komisioner Uni Eropa memperingatkan bahwa tindakan semacam itu bisa “mengakhiri NATO” jika dilakukan tanpa persetujuan kolektif anggota aliansi.

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Suez, Warga Mesir Diminta Tetap Siaga

by admin
03/08/2026
0
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Suez, Warga Mesir Diminta Tetap Siaga

Gempa Mesir berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang utara Kota Suez pada Senin, 3 Agustus 2026, dini hari. Palang Merah Mesir langsung mengaktifkan tanggap darurat meski belum ada laporan korban...

Read more

Gempa Dahsyat di Jepang Tewaskan 13 Orang, Operasi Darurat Digelar

by admin
29/07/2026
0
Gempa Dahsyat di Jepang Tewaskan 13 Orang, Operasi Darurat Digelar

Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,1 di Prefektur Kumamoto, Jepang, mencapai 13 orang dengan sejumlah kematian masih dalam investigasi. Dilansir dari The Japan News, Rabu, 29 Juli 2026, Perdana...

Read more

Ketegangan AS-Iran Memanas Lagi, Trump Ancam Gempur Teheran

by admin
08/07/2026
0
Ketegangan AS-Iran Memanas Lagi, Trump Ancam Gempur Teheran

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik kedua negara telah berakhir. Trump juga membuka kemungkinan...

Read more

Warisan Sejarah Jadi Jembatan Diplomasi, Prabowo-Modi Mulai Proyek Konservasi Prambanan

by admin
07/07/2026
0
Warisan Sejarah Jadi Jembatan Diplomasi, Prabowo-Modi Mulai Proyek Konservasi Prambanan

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi resmi meluncurkan program konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan. Proyek kolaborasi Indonesia-India ini menjadi simbol penguatan hubungan...

Read more

Latihan Militer China dan Rusia Dimulai, Kapal Perang Hingga Kapal Selam Dikerahkan

by admin
06/07/2026
0
Latihan Militer China dan Rusia Dimulai, Kapal Perang Hingga Kapal Selam Dikerahkan

China dan Rusia dijadwalkan menggelar latihan angkatan laut gabungan mulai Senin (6/7) di perairan dan wilayah udara sekitar Qingdao, China. Agenda militer tahunan tersebut menjadi bagian dari upaya...

Read more
Next Post
Jualan Stiker AI Jadi Ladang Cuan Baru, Begini Cara Memulainya dari Nol

Jualan Stiker AI Jadi Ladang Cuan Baru, Begini Cara Memulainya dari Nol

Related News

Tanpa Operasi, Ini Teknologi Microneedling dan HIFU yang Bikin Wajah Tampak Muda

06/10/2025
Asam Lambung Naik? Waspadai Gejala dan Simak Cara Mengatasinya Secara Tepat

Asam Lambung Naik? Waspadai Gejala dan Simak Cara Mengatasinya Secara Tepat

31/07/2025
Sektor Otomotif Tetap Optimistis Meski Pasar Mobil Dalam Negeri Lagi Lesu

Sektor Otomotif Tetap Optimistis Meski Pasar Mobil Dalam Negeri Lagi Lesu

18/07/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.