PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Manfaatkan Tarif Impor AS yang Lebih Rendah, Perusahaan China Ramai-ramai Ekspansi ke Indonesia

admin by admin
14/08/2025
in Ekbis
0
Manfaatkan Tarif Impor AS yang Lebih Rendah, Perusahaan China Ramai-ramai Ekspansi ke Indonesia
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan-perusahaan China semakin gencar membidik Indonesia sebagai lokasi ekspansi untuk menghindari tarif impor tinggi Amerika Serikat (AS).

You might also like

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Mereka memanfaatkan tarif AS sebesar 19% untuk barang dari Indonesia, yang lebih rendah dibanding tarif impor dari China yang kini melampaui 30%.

Tarif 19% tersebut setara dengan Malaysia, Filipina, dan Thailand, serta sedikit di bawah Vietnam yang 20%.

Namun, Indonesia memiliki keunggulan tambahan sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, dan pasar konsumen yang besar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,12% pada kuartal II/2025, tercepat dalam dua tahun.

Pertumbuhan ini didukung belanja rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh PDB dan naik 4,97% yoy, terbantu banyaknya libur nasional.

“Jika bisa membangun kehadiran bisnis kuat di Indonesia, berarti sudah menguasai setengah pasar Asia Tenggara,” ujar Zhang Chao, produsen lampu depan motor asal China yang beroperasi di Indonesia — pasar motor terbesar ketiga dunia, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Gelombang pertama diversifikasi bisnis China sebelumnya menguntungkan Vietnam dan Thailand. Namun, gejolak perdagangan terbaru dengan AS mendorong investor China melirik negara tetangga lain, termasuk Indonesia.

Mira Arifin, Country Head Bank of America di Indonesia, menyebut Indonesia menawarkan talenta melimpah dengan demografi muda yang dinamis. “Investor asing dapat cepat membangun skala bisnis di sini,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto juga mempererat hubungan dengan Beijing, bertemu Presiden Xi Jinping pada November dan menerima kunjungan PM Li Qiang di Jakarta pada Mei.

Data menunjukkan investasi dari China dan Hong Kong ke Indonesia naik 6,5% yoy menjadi USD8,2 miliar pada semester I/2025.

Total investasi asing langsung (FDI) tumbuh 2,58% menjadi Rp432,6 triliun (USD26,56 miliar), dengan proyeksi peningkatan pada paruh kedua tahun ini.

Meski peluang besar, tantangan tetap ada. Investor asing menyoroti hambatan regulasi, birokrasi, pembatasan kepemilikan, infrastruktur terbatas, dan rantai pasok yang belum sekuat China.

Kebijakan fiskal hati-hati Prabowo dan program populis seperti makan gratis untuk anak sekolah dan ibu hamil juga menjadi perhatian.

Di kawasan industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, permintaan dari investor China melonjak sejak kesepakatan dagang AS–Indonesia diumumkan bulan lalu.

“Telepon, email, dan WeChat kami langsung ramai, semuanya dari China,” kata Abednego Purnomo, VP Sales, Marketing, dan Tenant Relations PT Suryacipta Swadaya.

Permintaan terbesar datang dari produsen mainan, tekstil, hingga kendaraan listrik, yang mencari properti dengan fasilitas lengkap, terutama dekat Pelabuhan Patimban.

Colliers International Indonesia mencatat harga properti industri dan gudang naik 15%–25% yoy pada kuartal I/2025, kenaikan tercepat dalam 20 tahun.

“Permintaan lahan industri hampir setiap hari, banyak yang mencari bangunan siap pakai untuk segera beroperasi,” kata Rivan Munansa dari Colliers.

Zhang mengaku menyewa kantor baru empat lantai di Jakarta pada Mei dengan harga 100.000 yuan (USD13.936) per tahun, naik 43% dari tahun lalu.

“Margin laba di Indonesia bisa 20%–30%, jauh di atas China yang kadang hanya 3%,” ujarnya.

Menurut Marco Foster, Direktur ASEAN di Dezan Shira & Associates, Indonesia menonjol bukan hanya karena peluang diversifikasi rantai pasok, tetapi juga karena pasar domestik raksasa yang jarang dimiliki negara lain di kawasan.***

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
09/07/2026
0
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham utama Indonesia bergerak naik dan bertahan di level...

Read more

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

by admin
07/07/2026
0
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Bank sentral menegaskan pergerakan mata uang Garuda masih berada dalam koridor...

Read more

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

by admin
05/07/2026
0
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk akhirnya memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut sekitar 90 persen karyawan Tokopedia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Perusahaan menegaskan bahwa informasi yang beredar...

Read more

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

by admin
03/07/2026
0
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan performa impresif. Pada sesi penutupan Jumat (3/7), indeks menguat 2,28 persen dan berakhir di level 5.875,78, didorong aksi...

Read more

RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

by admin
18/06/2026
0
RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang akan menjadi landasan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)...

Read more
Next Post
Cara Membuat Animasi Sederhana dari Handphone

Cara Membuat Animasi Sederhana dari Handphone

Related News

Harga Emas Anjlok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Dagang dengan Inggris

Harga Jual Emas Pegadaian Hari Ini Naik Tajam (17 Mei 2025), Antam Paling Dominan

17/05/2025
Deretan Game Gratis PS Plus Februari 2026: Dari Jet Tempur Berkelas hingga Tinju Seru

Deretan Game Gratis PS Plus Februari 2026: Dari Jet Tempur Berkelas hingga Tinju Seru

29/01/2026
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Kota Bogor, Sejumlah Bangunan Alami Kerusakan

Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Kota Bogor, Sejumlah Bangunan Alami Kerusakan

11/04/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?