PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Islampedia

Risalah Kematian: Saat Kematian Menjadi Jalan Pulang

admin by admin
20/10/2025
in Islampedia
0
Risalah Kematian: Saat Kematian Menjadi Jalan Pulang

Keranda mayat (Foto: Ilustrasi/Net)

74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: H. Derajat | Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita

You might also like

Mursyid Adalah Wasilah yang Menyampaikan Kita Kepada Allah dan Rasulnya

Untukmu yang Sedang Resah Menjalani Kehidupan Ini

Cahaya Amal Saleh di Tengah Kegelapan Maksiat


KEMATIAN adalah peristiwa yang pasti datang dan tidak seorang pun mampu menghindarinya. Ia menjadi misteri yang menimbulkan berbagai tafsir: sebagian orang takut menghadapinya, sementara sebagian lainnya menantikan dengan penuh kerinduan — sebab di sanalah perjumpaan sejati dengan Sang Kekasih Abadi.

Guru agung para pencinta Ilahi, Syekh Jalaluddin Rumi (1207–1273 M), pernah berkata:

“Mengetahui bahwa Engkaulah yang mengambil kehidupan, kematian menjadi sangat manis. Selama aku bersama-Mu, kematian bahkan lebih manis dibandingkan kehidupan itu sendiri.”

Kematian: Antara Ketakutan dan Kerinduan

Bagi kebanyakan manusia, kematian dipandang sebagai akhir yang menyedihkan — penuh tangisan, kehilangan, dan rasa takut. Namun, bagi para pecinta Tuhan, kematian justru adalah pintu menuju pertemuan, jembatan antara yang mencintai dengan yang dicintai.

Rumi menggambarkan kematian sebagai perayaan cinta. Dalam Fihi Ma Fihi, beliau menuturkan bagaimana di malam terakhir hidupnya, ia masih bersenandung lembut menulis syair penuh rindu:

“Di malam sebelumnya aku bermimpi. Melihat seorang syekh di pelataran rindu. Ia menudingkan tangannya padaku dan berkata: ‘Bersiaplah untuk bertemu denganku.’”

Ketika demam parah menimpa Rumi, tak tampak sedikit pun ketakutan di wajahnya. Justru ia menampakkan kebahagiaan dan melarang sahabat-sahabatnya bersedih atas kepergiannya. Ia tahu, kematian bukanlah perpisahan — melainkan pertemuan.

Kematian Sebagai Perayaan Cinta

Dalam salah satu syairnya yang terkenal, When I Die, Rumi menulis:

“Ketika kau melihat jenazahku diusung, jangan menangis karena kepergianku. Aku tidak pergi — aku telah sampai pada Cinta Yang Abadi.”

“Ketika engkau meninggalkanku di kuburan, jangan ucapkan selamat tinggal. Kuburan hanyalah tirai menuju Surga di baliknya.”

“Ketika matahari terbenam, itu tampak seperti akhir. Padahal sejatinya, itu adalah fajar baru.”

Rumi menegaskan bahwa kematian bukanlah kegelapan, melainkan awal dari cahaya. Ia seperti benih yang jatuh ke bumi untuk kemudian tumbuh menjadi kehidupan baru. Ruh manusia tidak hilang — ia hanya berpindah dari satu ruang kesadaran ke ruang yang lebih tinggi.

Dua Jenis Kematian: Alami dan Mistikal

Dalam pandangan para sufi, kematian memiliki dua dimensi:

1. Mati Idhtirari (Mati Alami)

Kematian fisik yang pasti dialami semua makhluk. Ia adalah perpindahan alam — dari dunia menuju barzakh dan seterusnya ke kehidupan abadi: surga atau neraka.

2. Mati Ikhtiyari (Mati Mistikal)

Inilah yang disebut “mati sebelum mati”, yaitu kematian spiritual yang dicapai melalui perjalanan batin. Seseorang “mati” dari hawa nafsunya, dari ego, dan dari segala keterikatan dunia. Ia hidup hanya untuk Allah semata.

Dalam Thariqah Naqsyabandiyah, para sufi membagi kematian mistikal ini dalam beberapa tingkatan:

Mati Thabi’i: Jiwa mulai mendengar panggilan Allah dari dalam dirinya.

Mati Ma’nawi: Hati menyaksikan kalimat Lailahaillallah sebagai realitas tunggal.

Mati Shuri: Pandangan dan pendengaran duniawi lenyap, hanya nur Ilahi yang tersisa.

Mati Hissi: Kesadaran total bahwa “tiada yang ada kecuali Allah.”

Kesimpulan: Kematian Adalah Keindahan

Kematian, dalam pandangan para sufi, bukan akhir, melainkan puncak perjalanan cinta. Ia bukan kegelapan, melainkan fajar yang menyinari ruh menuju keabadian.

Bila hidup adalah perjalanan untuk mengenal-Nya, maka kematian adalah saat untuk kembali dalam pelukan-Nya. Seperti Rumi menulis:

“Jangan menangis untukku, karena saat itulah aku terbang ke surga cintaku.”

Maka, sahabatku, tidak ada yang perlu dirisaukan dari kematian, sebab di sanalah kita

akhirnya akan bertemu — dengan Dia yang selama ini kita cintai.***

Tags: Islampedia
Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Mursyid Adalah Wasilah yang Menyampaikan Kita Kepada Allah dan Rasulnya

by admin
31/10/2025
0
Mursyid Adalah Wasilah yang Menyampaikan Kita Kepada Allah dan Rasulnya

Oleh: H Derajat | Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita SAHABATKU, yang karena engkaulah maka aku hidup, aku berada di sisimu dan menyayangimu. Di malam Jum'at yang penuh kemuliaan dan...

Read more

Untukmu yang Sedang Resah Menjalani Kehidupan Ini

by admin
13/10/2025
0

SAHABATKU yang aku cintai, kalianlah alasan aku masih berdiri dan diberi kehidupan hingga hari ini. Karena rasa sayang dan keprihatinanku kepada kalian, aku tuliskan risalah ini — semoga bisa...

Read more

Cahaya Amal Saleh di Tengah Kegelapan Maksiat

by pontianakpos
06/08/2025
0
Cahaya Amal Saleh di Tengah Kegelapan Maksiat

Oleh: Syekh. Sofyan Siroj Abdul Wahab. Kalimat Hikmah: "Amal saleh yang lahir dari iman adalah cahaya, sedangkan maksiat yang lahir dari kelalaian adalah kegelapan. Setiap amal itu mengandung...

Read more

Oase Dakwah: Menghidupkan Sistem Sosial Islam di Tengah Krisis Peradaban

by admin
21/07/2025
0
Oase Dakwah: Menghidupkan Sistem Sosial Islam di Tengah Krisis Peradaban

SAUDARAKU yang dirahmati Allah, kita hidup di zaman yang penuh ujian: arus globalisasi menghantam nilai kita, sekularisme merusak tatanan keluarga, kapitalisme melahirkan kesenjangan sosial. Umat Islam, yang dahulu menjadi...

Read more

Nasaruddin Umar Minta Maaf, Ini Tahun Terakhir Kemenag Jadi Penyelenggara Haji

by admin
15/07/2025
0
Nasaruddin Umar Minta Maaf, Ini Tahun Terakhir Kemenag Jadi Penyelenggara Haji

2025 menjadi tahun terakhir bagi Kementerian Agama (Kemenag) sebagai penyelenggara ibadah haji. Tahun depan, urusan ini akan ambil alih oleh Badan Penyelenggara atau BP Haji. Perpindahan kewenangan ini diatur dalam...

Read more
Next Post

Kenapa Usia 30 ke Atas Sering Sakit Pinggang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Related News

Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

19/02/2026
Agar Internet Lancar Walaupun Paket Data Menipis, Begini Triknya

Agar Internet Lancar Walaupun Paket Data Menipis, Begini Triknya

09/08/2025
Andreas Sumual: Satu Komando Kunci Kesuksesan Organisasi Setya Kita Pancasila

Andreas Sumual: Satu Komando Kunci Kesuksesan Organisasi Setya Kita Pancasila

31/10/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?