PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Kuliner

Garam Himalaya vs Garam Laut: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?

admin by admin
25/10/2025
in Kuliner
0
Garam Himalaya vs Garam Laut: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garam menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap hidangan tak lepas dari sentuhan rasa asin yang memperkaya cita rasa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul perdebatan menarik: antara garam Himalaya dan garam laut, mana yang sebenarnya lebih sehat untuk tubuh?

You might also like

Bingka Telur Pandan Kukus: Legit, Harum, dan Lembut Tanpa Oven!

Rahasia Membuat Kopi Nikmat di Rumah, Mirip Kafe

Makan Pecal, Cara Diet Sehat dan Alami Tanpa Harus Menahan Lapar

Dari segi penampilan, keduanya memang berbeda. Garam Himalaya dikenal dengan warna merah muda keoranyean yang menarik, sementara garam laut umumnya berwarna putih keabu-abuan. Tapi di balik tampilannya, apa benar garam Himalaya lebih unggul dari garam laut? Mari kita lihat fakta ilmiahnya.

Asal dan Proses Terbentuknya

Garam Himalaya berasal dari tambang garam tua di kaki Pegunungan Himalaya, terutama dari wilayah Khewra, Pakistan. Garam ini terbentuk ratusan juta tahun lalu akibat penguapan air laut purba yang terperangkap di lapisan tanah dan batuan. Karena prosesnya alami dan tertutup dari polusi modern, garam ini sering disebut sebagai garam paling “murni” di dunia.

Sementara itu, garam laut berasal dari air laut yang diuapkan secara alami oleh panas matahari atau melalui proses mekanis. Garam ini lebih umum ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Karena berasal langsung dari laut, kandungan mineral di dalamnya bergantung pada lokasi dan tingkat kebersihan perairan tempat pengambilannya.

Kandungan Mineral di Dalamnya

Kedua jenis garam memiliki komponen utama yang sama, yakni natrium klorida (NaCl). Namun, garam Himalaya mengandung sekitar 80 hingga 84 jenis mineral jejak dalam jumlah sangat kecil, seperti kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi. Kandungan zat besi inilah yang memberi warna merah muda alami pada kristalnya.

Di sisi lain, garam laut juga memiliki mineral jejak seperti kalsium dan magnesium, namun jumlahnya tergantung pada sumber lautnya. Meski demikian, para ahli gizi menilai bahwa jumlah mineral tambahan pada kedua jenis garam ini terlalu kecil untuk memberi dampak besar bagi kesehatan, karena konsumsi garam harian manusia hanya dalam takaran sendok teh.

Klaim Kesehatan dan Fakta Ilmiah

Banyak promosi menyebut garam Himalaya memiliki manfaat lebih besar seperti menyeimbangkan pH tubuh, meningkatkan tidur, atau detoksifikasi alami. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim tersebut.

Menurut Mayo Clinic dan Healthline, baik garam Himalaya maupun garam laut memiliki efek fisiologis yang sama: membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi saraf dan otot, tetapi juga bisa meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.

Artinya, jenis garam apa pun tetap harus digunakan dengan bijak. Konsumsi berlebih akan meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung, tidak peduli seberapa “alami” labelnya.

Yodium dan Aspek Kesehatan Lainnya

Satu hal penting yang sering diabaikan adalah kandungan yodium. Garam meja biasa biasanya sudah difortifikasi dengan yodium untuk mencegah penyakit gondok. Namun, garam Himalaya dan garam laut alami tidak mengandung yodium tambahan, kecuali diperkaya secara khusus oleh produsennya.

Karena itu, jika seseorang mengganti garam dapur biasa sepenuhnya dengan garam Himalaya atau garam laut tanpa tambahan yodium, maka ada risiko kekurangan yodium yang berpengaruh pada kesehatan tiroid.

Kebersihan dan Keamanan Konsumsi

Garam Himalaya berasal dari endapan purba yang terlindung dari polusi modern, sedangkan garam laut modern bisa saja mengandung mikroplastik atau logam berat, tergantung dari kebersihan laut tempatnya diekstraksi. Namun, risiko ini umumnya kecil karena proses pembersihan industri sudah dilakukan.

Dari sisi rasa, banyak orang memilih garam Himalaya karena teksturnya lebih kasar dan memberi sensasi asin yang lembut. Sedangkan garam laut lebih cepat larut dan cocok untuk masakan rumahan.

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Bingka Telur Pandan Kukus: Legit, Harum, dan Lembut Tanpa Oven!

by admin
26/02/2026
0
Bingka Telur Pandan Kukus: Legit, Harum, dan Lembut Tanpa Oven!

Bingka Telur Pandan merupakan salah satu kudapan tradisional yang begitu digemari di Nusantara, terutama di daerah Melayu. Tak hanya karena rasanya yang manis dan legit, tetapi juga karena...

Read more

Rahasia Membuat Kopi Nikmat di Rumah, Mirip Kafe

by admin
25/11/2025
0
Rahasia Membuat Kopi Nikmat di Rumah, Mirip Kafe

Menikmati secangkir kopi nikmat tidak harus selalu pergi ke kafe. Dengan bahan yang tepat dan teknik sederhana, siapa pun bisa meracik kopi enak di rumah dengan cita rasa...

Read more

Makan Pecal, Cara Diet Sehat dan Alami Tanpa Harus Menahan Lapar

by admin
21/10/2025
0

Siapa bilang diet harus identik dengan makanan mahal dan rasa lapar yang tak tertahankan? Di tengah tren gaya hidup sehat yang makin berkembang, makanan tradisional Indonesia seperti pecal...

Read more

Resep Daging Sapi Pada Hitam: Lezat, Kaya Rempah, dan Bikin Nagih!

by admin
08/08/2025
0
Resep Daging Sapi Pada Hitam: Lezat, Kaya Rempah, dan Bikin Nagih!

Daging sapi pada hitam adalah salah satu sajian kuliner khas yang menggoda lidah. Cita rasa gurih manis berpadu dengan rempah-rempah yang kuat, ditambah warna hitam pekat dari keluak...

Read more

Resep Dendeng Lambok Khas Minang: Empuk, Berbumbu, dan Lumer di Mulut!

by admin
31/07/2025
0
Resep Dendeng Lambok Khas Minang: Empuk, Berbumbu, dan Lumer di Mulut!

Tak hanya rendang, kuliner Minangkabau menyimpan segudang hidangan khas yang menggoda lidah. Salah satunya adalah dendeng lambok, sajian daging sapi berbumbu kaya dengan tekstur empuk dan gurih meresap....

Read more
Next Post
Setya Kita Pancasila: Gerakan Baru Penjaga Jati Diri Bangsa

Setya Kita Pancasila: Gerakan Baru Penjaga Jati Diri Bangsa

Related News

Harga CPO Melemah, Dipicu Permintaan Lesu dan Produksi yang Meningkat

Harga CPO Diprediksi Menguat Pekan Ini

23/06/2025
Dari Wajah hingga Kuku, Ini Keajaiban Lemon untuk Perawatan Diri

Dari Wajah hingga Kuku, Ini Keajaiban Lemon untuk Perawatan Diri

07/03/2025
Industri Sepeda Motor Listrik Domestik Berpotensi Tertekan Akibat Tarif Impor Trump 32%

Industri Sepeda Motor Listrik Domestik Berpotensi Tertekan Akibat Tarif Impor Trump 32%

05/04/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?