PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Teknologi

Krisis RAM Dunia Kian Parah, Laptop hingga Kulkas Berpotensi Lebih Mahal

admin by admin
21/01/2026
in Teknologi
0
Ledakan AI Picu Krisis RAM dan SSD, Harga PC dan Laptop Terancam Melonjak
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pasokan RAM (memori akses acak) untuk laptop dan perangkat konsumen diperkirakan tinggal sekitar 30 persen dari kebutuhan dunia, mendorong lonjakan harga komponen dan berdampak luas terhadap harga barang elektronik, termasuk kemungkinan kenaikan harga kulkas dan perangkat rumah tangga lainnya.

You might also like

Motorola Razr 60 Ultra Resmi Dipasarkan dengan Fast Charging 68W

Redmi K100 Pro Dibekali Baterai 8.500 mAh dan Fast Charging 100W

Pre-Order Tecno Pova 8 5G Resmi Dibuka, Layar 144Hz dan Baterai 8.000 mAh

Fenomena ini merupakan bagian dari krisis pasokan memori global yang berlangsung sejak 2024, yang semakin parah karena perubahan signifikan dalam prioritas produksi dan permintaan yang melonjak dari sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pusat data (data center).

Para analis industri mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen produksi chip memori di dunia saat ini diserap oleh pusat data dan sektor AI, yang membutuhkan DRAM dan jenis memori berkecepatan tinggi untuk mengakomodasi beban kerja komputasi besar. Sisanya yang tinggal tersedia untuk pasar konsumen, termasuk laptop, smartphone, dan perangkat elektronik lain, kini sangat terbatas.

Ketidakseimbangan ini menyebabkan harga RAM melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir, bahkan diperkirakan akan terus naik tajam sepanjang kuartal pertama 2026. Permintaan yang jauh melebihi pasokan membuat produsen memori lebih memilih memenuhi kontrak dengan pembeli besar di sektor AI yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.

Lonjakan harga RAM memicu efek domino di seluruh industri teknologi. Produsen laptop, PC, dan gadget kini menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi, memaksa beberapa di antaranya menyesuaikan harga jual perangkat baru atau mengubah konfigurasi spesifikasi — misalnya dengan menurunkan kapasitas RAM — untuk menahan beban biaya.

Masalah ini tidak hanya terbatas pada laptop atau PC. Harga komponen memori yang lebih tinggi juga berpotensi membuat harga produk rumah tangga semakin mahal, termasuk kulkas, mesin cuci, dan perangkat lain yang semakin bergantung pada chip memori di era IoT (Internet of Things). Sumber industri menyebutkan bahwa kenaikan harga RAM dan komponen lainnya bisa memicu peningkatan harga akhir barang elektronik secara umum pada 2026.

Para pakar pasar semikonduktor menilai bahwa krisis pasokan ini bukan hanya fenomena sementara akibat gangguan rantai pasok seperti pada krisis chip global 2020–2023, tetapi merupakan pergeseran struktural dalam prioritas produksi. Produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini mengalokasikan lebih banyak kapasitas pabrik ke memori bernilai tinggi untuk AI dan pusat data, sementara produksi DRAM standar untuk konsumen menjadi kurang utama.

Micron, misalnya, telah mengumumkan penyesuaian portofolio produk konsumen mereka untuk fokus pada memori tingkat lanjut, sementara produsen lain menahan kapasitas produksi untuk memenuhi kontrak jangka panjang dengan perusahaan teknologi besar.

Menanggapi situasi ini, sejumlah produsen PC besar seperti Lenovo dan HP telah mulai menyiapkan strategi mitigasi, termasuk menimbun stok komponen dan menyesuaikan lini produk agar tetap kompetitif dalam lingkungan pasar yang penuh tekanan. Sementara itu, beberapa produsen juga memperkenalkan fitur perangkat keras baru yang dapat mengurangi ketergantungan pada memori eksternal, seperti optimalisasi cache internal atau teknologi pengelolaan memori yang lebih efisien.

Apa Artinya bagi Konsumen?

Bagi konsumen, krisis RAM ini berarti:

  1. Harga laptop dan gadget kemungkinan akan naik, terutama untuk model dengan kapasitas memori besar.

  2. Spesifikasi perangkat baru mungkin lebih rendah dibandingkan harga yang dibayar — misalnya, kapasitas RAM standar yang lebih kecil.

  3. Perangkat rumah tangga pintar dan elektronik lain yang tersambung ke jaringan juga bisa mengalami kenaikan harga karena biaya komponen yang meningkat.

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

Motorola Razr 60 Ultra Resmi Dipasarkan dengan Fast Charging 68W

by admin
22/07/2026
0
Motorola Razr 60 Ultra Resmi Dipasarkan dengan Fast Charging 68W

Motorola Razr 60 Ultra hadir dengan baterai terbesar 4.700 mAh di kategori ponsel flip dan fast charging 68W. Smartphone lipat ini mengusung chipset Snapdragon 8 Elite dengan RAM...

Read more

Redmi K100 Pro Dibekali Baterai 8.500 mAh dan Fast Charging 100W

by admin
21/07/2026
0
Redmi K100 Pro Dibekali Baterai 8.500 mAh dan Fast Charging 100W

Redmi K100 Pro dirumorkan memiliki baterai 8.500mAh dan fast charging 100W. Ponsel ini juga dibekali kamera 200MP dan sertifikasi IP69. Bocoran menyebut perangkat ini akan meluncur di Tiongkok...

Read more

Pre-Order Tecno Pova 8 5G Resmi Dibuka, Layar 144Hz dan Baterai 8.000 mAh

by admin
21/07/2026
0
Pre-Order Tecno Pova 8 5G Resmi Dibuka, Layar 144Hz dan Baterai 8.000 mAh

Pre order TECNO POVA 8 5G resmi dibuka mulai 9 hingga 20 Juli 2026 dengan harga di kisaran Rp3 jutaan. Smartphone gaming ini mengusung baterai 8.000 mAh, layar...

Read more

ASUS V500 Mini Tower Tawarkan Performa Andal dengan Desain Minimalis untuk Rumah Modern

by admin
21/07/2026
0
ASUS V500 Mini Tower Tawarkan Performa Andal dengan Desain Minimalis untuk Rumah Modern

Asus menghadirkan desktop bertema “Quiet Tech, Brilliant Living”: ASUS V500 Mini Tower (V501MV). Desainnya mengusung sudut membulat, warna hangat, dan saluran udara tersembunyi sehingga tampak rapi dan mudah...

Read more

Mitos atau Fakta? Main HP Saat Dicas Bisa Bikin Ponsel Cepat Rusak

by admin
11/07/2026
0
Mitos atau Fakta? Main HP Saat Dicas Bisa Bikin Ponsel Cepat Rusak

Kebiasaan menggunakan ponsel saat sedang diisi daya masih sering memicu perdebatan. Banyak yang percaya aktivitas tersebut dapat membuat perangkat cepat rusak, sementara sebagian lainnya menganggapnya aman dilakukan. Lantas,...

Read more
Next Post

Tren Lari di Kalangan Gen Z Kian Populer, Dari Olahraga Jadi Gaya Hidup

Related News

Thai Tea dan Teh Tarik, ini Perbedaannya

Thai Tea dan Teh Tarik, ini Perbedaannya

05/01/2025
Tahukah Kamu, Daun Bidara Bisa Diolah Jadi Minuman Enak dan Menyehatkan

Tahukah Kamu, Daun Bidara Bisa Diolah Jadi Minuman Enak dan Menyehatkan

14/04/2025
“Kiriman Harapan ke Tanah Duka”, Bantuan BRK Syariah untuk Korban Bencana Sumatera

“Kiriman Harapan ke Tanah Duka”, Bantuan BRK Syariah untuk Korban Bencana Sumatera

12/12/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?