PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Biaya Ekspor Sawit Melonjak 50 Persen Akibat Konflik Timur Tengah, Industri CPO Indonesia Tertekan

admin by admin
12/03/2026
in Ekbis
0
Biaya Ekspor Sawit Melonjak 50 Persen Akibat Konflik Timur Tengah, Industri CPO Indonesia Tertekan
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak langsung pada sektor perdagangan global, termasuk industri kelapa sawit Indonesia. Ongkos pengiriman atau biaya ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dilaporkan melonjak hingga 50 persen, memicu kekhawatiran pelaku industri terhadap kenaikan biaya logistik dan potensi penurunan daya saing ekspor.

You might also like

RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Tambah Aksi Buyback Rp4 Triliun untuk Perkuat Nilai Saham

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Tertekan: Omzet Anjlok hingga 35 Persen dan Daya Beli Turun

Kenaikan biaya tersebut dipicu meningkatnya risiko pelayaran internasional akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah yang menjadi jalur penting perdagangan dunia. Situasi keamanan yang memburuk membuat perusahaan pelayaran menaikkan tarif pengangkutan serta premi asuransi kapal karena risiko perjalanan yang lebih tinggi.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono menjelaskan lonjakan ongkos logistik terjadi terutama pada rute pengiriman menuju kawasan Eropa dan sekitarnya yang terdampak perubahan jalur pelayaran. Kapal-kapal pengangkut komoditas kini harus mengambil rute alternatif yang lebih panjang untuk menghindari wilayah konflik.

Menurut Eddy, perubahan rute tersebut berdampak langsung pada biaya operasional karena waktu tempuh semakin lama dan konsumsi bahan bakar meningkat. Kondisi ini otomatis mendorong tarif pengiriman naik signifikan dibandingkan periode normal.

“Kenaikannya bisa mencapai sekitar 50 persen,” ujarnya.

Selain faktor jarak tempuh yang lebih panjang, perusahaan pelayaran juga membebankan biaya tambahan berupa war risk premium atau premi risiko perang. Biaya ini dikenakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan terhadap kapal dan kargo yang melintas di jalur rawan konflik.

Lonjakan ongkos ekspor menjadi tantangan baru bagi industri sawit nasional yang selama ini mengandalkan efisiensi logistik untuk menjaga daya saing di pasar global. Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia sangat bergantung pada stabilitas jalur distribusi internasional, terutama ke pasar utama seperti India, China, dan Eropa.

Pelaku industri khawatir peningkatan biaya logistik dapat menekan margin eksportir, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas global. Jika kondisi konflik berlangsung lama, beban biaya tambahan berpotensi diteruskan ke harga jual, yang pada akhirnya dapat memengaruhi permintaan.

Meski demikian, GAPKI menilai permintaan global terhadap minyak kelapa sawit masih relatif kuat karena komoditas ini tetap menjadi bahan baku utama industri pangan, kosmetik, hingga energi terbarukan di berbagai negara.

Pemerintah dan pelaku usaha kini terus memantau perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya dampaknya terhadap rantai pasok dan stabilitas perdagangan. Industri berharap kondisi keamanan global segera membaik agar jalur logistik kembali normal dan biaya ekspor dapat ditekan.

Kenaikan ongkos ekspor ini menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada sektor energi dan keamanan, tetapi juga langsung memengaruhi perdagangan komoditas strategis dunia, termasuk sawit yang menjadi salah satu tulang punggung ekspor Indonesia.

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

by admin
18/06/2026
0
RAPBN 2027 Disepakati, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 6,5 Persen

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang akan menjadi landasan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)...

Read more

Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Tambah Aksi Buyback Rp4 Triliun untuk Perkuat Nilai Saham

by admin
08/06/2026
0
Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun, Tambah Aksi Buyback Rp4 Triliun untuk Perkuat Nilai Saham

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menjadi sorotan pasar modal setelah menyetujui pembagian dividen besar kepada pemegang saham serta program pembelian kembali saham (buyback) dalam jumlah signifikan. Keputusan...

Read more

Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Tertekan: Omzet Anjlok hingga 35 Persen dan Daya Beli Turun

by admin
07/06/2026
0
Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Tertekan: Omzet Anjlok hingga 35 Persen dan Daya Beli Turun

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di lapangan. Salah satu yang paling merasakan imbasnya adalah pedagang tempe, yang...

Read more

Gerbang Ekspor ke Eropa Makin Terbuka, Pemerintah Kejar Implementasi IEU-CEPA 2027

by admin
06/06/2026
0
Gerbang Ekspor ke Eropa Makin Terbuka, Pemerintah Kejar Implementasi IEU-CEPA 2027

Pemerintah Indonesia menargetkan implementasi penuh perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) mulai berlaku pada awal 2027. Target tersebut ditetapkan setelah proses ratifikasi diharapkan dapat diselesaikan pada semester...

Read more

Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

by admin
04/03/2026
0
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Pemerintah Indonesia memastikan stabilitas pasokan pangan dan energi nasional tetap terjaga meski tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah terus meningkat. Jaminan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga...

Read more
Next Post
Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

Related News

Resmi Berganti, Danmen I Gegana dan Danmen I Pelopor Pasukan Brimob I Diserahterimakan

Resmi Berganti, Danmen I Gegana dan Danmen I Pelopor Pasukan Brimob I Diserahterimakan

20/01/2026

Jenis Pompa ASI dan Cara Memilih yang Tepat untuk Ibu Menyusui

20/09/2025
Benarkah Mengonsumsi Buah Alpukat Bisa Meningkatkan IQ?

Benarkah Mengonsumsi Buah Alpukat Bisa Meningkatkan IQ?

19/08/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.