PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Kekeringan Global Dorong Puluhan Juta Orang ke Ambang Kelaparan

admin by admin
03/07/2025
in Lingkungan
0
Kekeringan Global Dorong Puluhan Juta Orang ke Ambang Kelaparan
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kekeringan ekstrem yang melanda berbagai belahan dunia telah menyebabkan puluhan juta orang di ambang kelaparan. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa krisis global akibat perubahan iklim semakin nyata dan mengkhawatirkan.

You might also like

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

Laporan terbaru dari Pusat Mitigasi Kekeringan Nasional AS (NDMC), Konvensi PBB untuk Memerangi Penggurunan (UNCCD), dan Aliansi Ketahanan Kekeringan Internasional mengungkapkan bahwa lebih dari 90 juta orang di kawasan Afrika Timur dan Selatan menghadapi kelaparan ekstrem.

Di Somalia, seperempat penduduk kini terancam kelaparan, dengan lebih dari satu juta orang telah mengungsi akibat krisis ini.

Direktur NDMC, Mark Svoboda, menyebut fenomena ini bukan sekadar musim kemarau, melainkan bencana global yang bergerak lambat. “Ini adalah kekeringan paling parah yang pernah saya saksikan,” ujarnya.

Dampak kekeringan telah dirasakan selama bertahun-tahun. Di Afrika Selatan, seperenam penduduknya memerlukan bantuan pangan. Di Zimbabwe, panen jagung anjlok 70% dan 9.000 ekor ternak mati akibat kelangkaan air dan pakan.

Situasi serupa juga terjadi di berbagai wilayah dunia. Di Amerika Latin, permukaan air Terusan Panama menurun drastis, menyebabkan penurunan lalu lintas kapal hingga sepertiganya antara Oktober 2023 dan Januari 2024. Kondisi ini turut mengganggu perdagangan global dan meningkatkan biaya logistik.

Di Maroko, enam tahun kekeringan berturut-turut menimbulkan defisit air sebesar 57%. Sementara di Spanyol, produksi zaitun anjlok 50%, menyebabkan harga minyak zaitun melonjak dua kali lipat. Turki menghadapi degradasi lahan serius, dengan 88% wilayahnya terancam penggurunan akibat ekstraksi air tanah yang berlebihan.

“Kondisi di Spanyol, Maroko, dan Turki adalah gambaran masa depan bagi dunia jika pemanasan global tak dikendalikan,” tambah Svoboda.

Fenomena El Niño dalam dua tahun terakhir memperburuk kondisi ini, memperkuat tren pemanasan dan menimbulkan kekurangan pasokan air, makanan, serta pembatasan energi di banyak negara.

Laporan ini juga mencatat bahwa kekeringan telah mengganggu rantai pasokan komoditas global. Kekeringan di India dan Thailand, misalnya, telah menyebabkan lonjakan harga gula sebesar 9% di Amerika Serikat.

Krisis air global juga kian mendesak. Studi sebelumnya memperkirakan permintaan air tawar akan melampaui pasokan sebesar 40% pada akhir dekade ini. Dalam 25 tahun ke depan, lebih dari setengah produksi pangan dunia berisiko gagal.

Laporan lain menyebutkan pencairan es gletser yang belum pernah terjadi sebelumnya mengancam pasokan air dan pangan bagi dua miliar orang. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memperkirakan biaya ekonomi akibat kekeringan akan meningkat 35% pada tahun 2035 dibanding saat ini.

Sekretaris Eksekutif UNCCD, Ibrahim Thiaw, menegaskan bahwa kekeringan adalah “pembunuh diam-diam” yang perlahan menggerus sumber daya dan kehidupan. “Kekeringan bukan lagi ancaman masa depan. Ia sudah hadir dan menuntut kolaborasi global yang nyata,” katanya.

Thiaw memperingatkan bahwa jika dunia tak segera bertindak, kombinasi kelangkaan air, pangan, dan energi dapat memicu kehancuran sosial yang lebih luas. “Itulah normal baru yang harus kita hadapi bersama,” pungkasnya.***

– The Guardian

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

by admin
23/01/2026
0
HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

KUANSING - Rencana penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan memicu reaksi dari berbagai pihak. Setelah WALHI, kini giliran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan...

Read more

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

by admin
23/12/2025
0
Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Pemerintah memperbarui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia pada 2024. Dalam rilis terbaru menyebutkan jumlah zona megathrust di Indonesia bertambah menjadi 14 titik, naik dari 13 zona pada...

Read more

4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

by admin
09/12/2025
0
4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI menyegel empat perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Wakil Menteri LH, Diaz Hendropriyono, mengatakan penyegelan dilakukan setelah tim...

Read more

KLH Pastikan Kayu Gelondongan Banjir Sumut Hasil Penebangan, Operasional 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

by admin
08/12/2025
0
KLH Pastikan Kayu Gelondongan Banjir Sumut Hasil Penebangan, Operasional 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan tumpukan kayu gelondongan yang terseret banjir bandang di Sumatera Utara bukan berasal dari proses alam, melainkan dari aktivitas penebangan. Kepastian itu disampaikan Menteri...

Read more

Pandangan Ilmuwan Soal Banjir Besar Terjang Asia Tenggara, Perubahan Iklim Bukan Lagi Sebatas Peringatan

by admin
04/12/2025
0
Pandangan Ilmuwan Soal Banjir Besar Terjang Asia Tenggara, Perubahan Iklim Bukan Lagi Sebatas Peringatan

Banjir besar melanda Asia Tenggara tahun ini setelah badai dan hujan ekstrem turun tanpa henti, menimbulkan malapetaka di berbagai negara. Peristiwa ini terjadi ketika kawasan belum sepenuhnya siap...

Read more
Next Post
BTN Salurkan Bantuan Renovasi Rumah Ibadah Lewat Program TJSL

BTN Salurkan Bantuan Renovasi Rumah Ibadah Lewat Program TJSL

Related News

Harga Emas Antam 1 Gram Turun, Simak Selengkapnya di Sini

Harga Emas Antam 1 Gram Turun, Simak Selengkapnya di Sini

11/08/2025
Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

03/03/2026
Kinerja Positif BRK Syariah Tahun Buku 2024: Bagi Dividen Rp229 Miliar, Sinyal Kuat Penguatan Ekonomi Daerah

Kinerja Positif BRK Syariah Tahun Buku 2024: Bagi Dividen Rp229 Miliar, Sinyal Kuat Penguatan Ekonomi Daerah

05/05/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?