PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik
No Result
View All Result
PontianakPos
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Bumi Darurat Plastik: Ancaman yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

admin by admin
26/05/2025
in Lingkungan
0
Bumi Darurat Plastik: Ancaman yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Close up side shot of microplastics lay on people hand.Concept of water pollution and global warming. Climate change idea.

74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Plastik adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Dari kemasan makanan, botol minuman, hingga perlengkapan rumah tangga, plastik hadir hampir di setiap aspek kehidupan manusia. Namun, di balik kepraktisannya, plastik menyimpan ancaman besar bagi lingkungan yang kerap kali luput dari perhatian.

You might also like

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

Setiap tahunnya, jutaan ton sampah plastik mencemari bumi dan sebagian besarnya berakhir di lautan. Dari kantong belanja yang tertiup angin hingga botol air yang terbawa arus sungai, plastik sekali pakai yang tampak sepele ternyata membawa ancaman serius bagi ekosistem dan kesehatan manusia.

Plastik tidak benar-benar hilang, ia hanya berubah bentuk. Dalam proses yang berlangsung selama ratusan tahun, plastik terurai menjadi partikel kecil bernama mikroplastik. Partikel ini telah ditemukan di dalam tubuh ikan, garam laut, bahkan air minum kemasan, memicu kekhawatiran global akan dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Ancaman plastik bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga krisis kemanusiaan. Dari rusaknya rantai makanan laut, meningkatnya bencana banjir akibat saluran tersumbat, hingga polusi udara dari pembakaran sampah plastik—dampaknya menyentuh setiap aspek kehidupan. Kini, dunia dihadapkan pada pilihan: terus mengabaikan atau mulai bertindak.

Plastik: Nyaman Sekali Pakai, Lama Terurai

Salah satu masalah utama dari plastik adalah sifatnya yang sulit terurai. Butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun bagi plastik untuk benar-benar terurai di alam. Selama proses itu, plastik bisa terpecah menjadi mikroplastik — partikel kecil yang nyaris tak terlihat namun sangat berbahaya. Mikroplastik ini telah ditemukan di laut, sungai, tanah, bahkan dalam tubuh manusia.

Lautan: Tempat Pembuangan Plastik Terbesar

Diperkirakan lebih dari 8 juta ton sampah plastik masuk ke lautan setiap tahunnya. Hewan laut seperti penyu, burung laut, dan ikan sering kali salah mengira plastik sebagai makanan. Akibatnya, banyak dari mereka mati karena sistem pencernaan mereka tersumbat atau rusak. Plastik juga bisa menyelimuti terumbu karang, menghambat fotosintesis alga, dan merusak ekosistem laut secara keseluruhan.

Dampak pada Daratan dan Kehidupan Manusia

Sampah plastik di daratan tidak kalah berbahaya. Ia menyumbat saluran air, menyebabkan banjir, dan mencemari tanah serta air tanah dengan zat kimia berbahaya. Di sisi lain, proses produksi dan pembakaran plastik menghasilkan emisi gas rumah kaca dan polutan udara yang berdampak pada kesehatan manusia.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Mengurangi dampak plastik bukan tugas satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab kolektif. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong belanja, sedotan, dan botol air.
  • Menggunakan alternatif ramah lingkungan seperti tas kain, botol kaca, atau bahan daur ulang.
  • Mendukung program daur ulang dan ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan.
  • Meningkatkan kesadaran melalui pendidikan dan kampanye tentang bahaya plastik bagi lingkungan.

Plastik memang memberikan kenyamanan, tapi kenyamanan itu datang dengan harga mahal bagi bumi. Sudah saatnya kita berpikir ulang tentang pilihan sehari-hari dan mengambil langkah kecil untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Bumi adalah rumah kita satu-satunya—jangan biarkan plastik menghancurkannya.***

Share30Tweet19
admin

admin

Recommended For You

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

by admin
23/01/2026
0
HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

KUANSING - Rencana penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan memicu reaksi dari berbagai pihak. Setelah WALHI, kini giliran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan...

Read more

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

by admin
23/12/2025
0
Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Pemerintah memperbarui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia pada 2024. Dalam rilis terbaru menyebutkan jumlah zona megathrust di Indonesia bertambah menjadi 14 titik, naik dari 13 zona pada...

Read more

4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

by admin
09/12/2025
0
4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI menyegel empat perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Wakil Menteri LH, Diaz Hendropriyono, mengatakan penyegelan dilakukan setelah tim...

Read more

KLH Pastikan Kayu Gelondongan Banjir Sumut Hasil Penebangan, Operasional 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

by admin
08/12/2025
0
KLH Pastikan Kayu Gelondongan Banjir Sumut Hasil Penebangan, Operasional 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan tumpukan kayu gelondongan yang terseret banjir bandang di Sumatera Utara bukan berasal dari proses alam, melainkan dari aktivitas penebangan. Kepastian itu disampaikan Menteri...

Read more

Pandangan Ilmuwan Soal Banjir Besar Terjang Asia Tenggara, Perubahan Iklim Bukan Lagi Sebatas Peringatan

by admin
04/12/2025
0
Pandangan Ilmuwan Soal Banjir Besar Terjang Asia Tenggara, Perubahan Iklim Bukan Lagi Sebatas Peringatan

Banjir besar melanda Asia Tenggara tahun ini setelah badai dan hujan ekstrem turun tanpa henti, menimbulkan malapetaka di berbagai negara. Peristiwa ini terjadi ketika kawasan belum sepenuhnya siap...

Read more
Next Post
BRK Syariah Raih Penghargaan Top Bank 2025

BRK Syariah Raih Penghargaan Top Bank 2025

Related News

Belajar Al-Qur’an Lewat Aplikasi: Solusi Modern untuk Mengaji Kapan Saja

Belajar Al-Qur’an Lewat Aplikasi: Solusi Modern untuk Mengaji Kapan Saja

21/11/2025
Risalah Kematian: Saat Kematian Menjadi Jalan Pulang

Risalah Kematian: Saat Kematian Menjadi Jalan Pulang

20/10/2025
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Lanjutkan Tren Penurunan Kemarin, Berikut Penjelasannya

Naik Lagi! Harga Jual Emas Pegadaian Hari Ini Bikin Investor Semringah

20/05/2025

Browse by Category

  • Advertorial
  • Berita
  • Berita Nasional
  • Berita Video
  • berita-pilihan
  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Ekonomi Bisnis
  • Finance
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Insight
  • Internasional
  • Islampedia
  • Kabar Ambon
  • Kabar Pontianak
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Matra
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Politik
  • property
  • Regional
  • Teknologi
  • Teknologi
  • Traveling
  • Travelling
PontianakPos

© 2026 PontianakPos.com.

  • REDAKSI
  • INFO IKLAN
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • DISCLAIMER
  • TERM OF SERVICE
  • KONTAK

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Pontianak
  • Ekbis
  • Hukrim
  • Politik

© 2026 PontianakPos.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?